Tata bahasa Jepang yang akan saya bahas kali ini tidaklah begitu sulit, yaitu mengenai penggunaan
” . . . no ooi hito” (orang yang banyak . . . ).
Silakan perhatikan contoh-contoh berikut ini:

Kuchikazu no ooi hito.
(orang yang suka bicara, orang yang banyak kata)

Monku no ooi hito.
(orang yang banyak mengeluh/mengomel)

Nazo no ooi hito.
(orang yang banyak memiliki misteri, orang misterius)

Sukikirai no ooi hito.
(orang yang banyak ada makanan yang gak disukainya)

Ooi disini artinya adalah banyak, sama seperti takusan no.

contoh:

ooku no hito / takusan no hito.

Sebenarnya penggunaan ooi bukan hanya berpasangan dengan hito saja, tetapi hito juga dapat diganti dengan kata benda lainnya.

contoh:
hito no ooi basho.
(tempat yang ada banyak orangnya.)

Untuk mengingatnya cukup menggunakan rumus:
A no ooi B.
(B yang banyak A)